J-Culture Spesial Supranatural: Hyaku Monogatari (Seratus Cerita Hantu)

Yoo… mina-san!! O-genki desu ka? kali ini gua mau ngebahas tentang permainan horror dari negeri Matahari Terbit yap Jepang, yah kalau kita ngomongin budaya dari sana gak akan ada habisnya mulai dari yang Aneh, Extreme, sampe yang Horror. nah kali ini gua mau ngebahas suatu permainan horror dari sana yang bisa dibilang sudah tua (Jadul) yaitu Hyaku Monogatari (百物語怪談会), Heeehh??! udah pernah baca!? T..tt.tapi kan apa salahnya dibaca lagi *Plakk. Ya udah gak usah panjang lebar lagi langsung aja Check This Out!!
Hyaku Monogatari (Hyaku= Seratus, Monogatari= Cerita) merupakan sebuah permainan mistis yang dilakukan pada saat musim panas oleh remaja di Jepang. Permainan ini sebenarnya adalah permainan kuno yang dimainkan pada jaman dahulu. Namun karena masyarakat Jepang terkenal menjaga kebudayaannya, maka permainan ini terkadang masih dilakukan meskipun dipercayai bahwa permainan ini dapat mengundang roh-roh halus dan dapat berakibat buruk juga pada pemainnya. Asal mula adanya permainan ini memang belum diketahui dengan jelas. Biasanya orang-orang memainkan permainan ini hanya untuk pembuktian ada atau tidaknya roh halus (Read: Makhluk Astral).

Heeehhh?? lu tertarik mainin? oke deh gua kasih tau cara mainnya tapi mungkin agak ribet kalau menurut gua,
Cara bermainnya adalah para pemain menyiapkan seratus lilin (apabila tidak mencapai seratus pencerita juga gak masalah, tapi lilinnya tetap harus seratus) dan tiga buah ruangan yang saling terhubung yang membentuk huruf L apabila dilihat dari atas, enggak ada ruangannya? pake aja ruangan-ruangan sekolah *Plakk. Lalu kita duduk melingkar ditengah ruang pertama yang gelap gulita. Kita meletakan lilin-lilin itu di dalam lingkaran. Secara bergiliran kita menceritakan kejadian-kejadian menyeramkan, tidak hanya mengenai pengalaman kita terhadap roh-roh halus, tetapi juga kita bisa menceritakan mengenai legenda, mitologi Jepang, kutukan ataupun cerita rakyat. oh iya, kita juga harus nyediain Cermin dan Andon (lentera ala jepang) yang kertasnya berwarna biru sebenarnya andon rata-rata pakai kertas warna putih tapi usahain cari yang biru.

Andon
Apabila pencerita sudah selesai bercerita maka lilin yang ia pegang itu harus dimatikan. Setelah itu pencerita harus bejalan sendirian menuju ruangan ketiga. Di ruangan ketiga itu terdapat sebuah cermin yang diletakan di atas meja dan sebuah andon, pencerita yang sudah selesai bercerita itu kita harus bercermin sambil memegang andon tersebut, setelah itu ia kembali ke ruang pertama. Peserta lain tidak perlu menunggu pencerita selesai bercermin, mereka boleh langsung melanjutkan cerita selanjutnya. Begitulah seterusnya hingga lilin terakhir dimatikan. Setelah permainan berakhir biasanya akan muncul makhluk astral disekitar kita.
Ada juga beberapa aturan di permainan tersebut, yaitu semua pemain harus menggunakan baju berwarna biru. Mereka juga tidak boleh membawa senjata tajam, meskipun pada jaman dahulu sering ada yang membawa senjata untuk melindungi diri dari makhluk astral. Selain itu, katanya (Ini katanya loh! gua juga gak tau ini fakta atau bohong) pernah ada sebuah pengalaman seorang pemain yang menceritakan sebuah kejadian yang palsu, dia berbohong pernah melihat sesosok roh/hantu, setelah pencerita terakhir mematikan lilinnya, sosok roh yang diceritakan itu muncul. Setelah permainan benar-benar selesai, pemain itu baru mengakui bahwa ia telah berbohong. Maka salah satu larangan dari permainan ini adalah, ‘jangan berbohong’.
Pada Hyaku Monogatari ini ada sesosok roh yang dipercayai selalu muncul diakhir cerita yaitu Aoandon (Ao= Biru, Andon= Lentera). Aoandon merupakan sesosok perempuan yang menggunakan baju berwarna biru (biasanya kimono biru), rambutnya panjang menjuntai, ada yang bilang Aoandon akan muncul membawa andon (lentera). Sebenarnya jika diperhatikan, Aoandon lebih menyerupai seorang nenek-nenek (WTF?). tetapi karena ada yang melihat Aoandon sebagai seorang wanita muda (mirip seorang geisha berkimono biru) maka Aoandon hanya digambarkan sebagai seorang perempuan.

AoAndon
 Namun pada jaman sekarang permainan ini memang sangat jarang dimainkan, berbeda dengan jaman dahulu. Selain karena persiapannya yang merepotkan, permainan ini juga dianggap membosankan karena harus mendengarkan seratus orang untuk bercerita. Tetapi dalam beberapa anime atau manga ditampilkan adegan saat mereka bermain Hyaku Monogatari salah satunya anime School Rumble (gua agak lupa episode mana tepatnya, tapi yang pasti pas episode-episode festival sekolah). Permainan ini kini tidak hanya dimainkan di Jepang. Di Indonesia juga ada perkumpulan pecinta Jepang yang sudah memainkannya meskipun tidak benar-benar sama seperti cara bermain orang-orang Jepang di jaman dahulu.
Yosh.. akhirnya artikel horror pertama selesai juga semoga dapat membuat kalian merinding! apuuaa?? kurang serem?!! yare-yare.. baiklah kalau begitu tunggulah artikel J-Culture Spesial Supranatural berikutnya!! bye dan selamat mencoba.
NOTE: Artikel  J-Culture Spesial Supranatural ini akan gua post lagi setiap Malem Jum’at! so, yang pada nganggur pas malem jum’at lu tongkrongin aja ini blog! Salam Peluk Cium dari gua. *Plakk 😀