Ada Apa dengan Perindustrian Anime Jepang?

Hai,berjumpa lagi dengan Junk.Kali ini Junk akan membahas tentang masalah yang harus kita semua amati dan perhatikan,yaitu dengan tema “Ada Apa dengan Perindustrian Anime Jepang?”.Anime Jepang yang dulu dan sekarang sangatlah jauh berbeda.Yap,jauh berbeda.Anime yang pernah tayang dipertelevisian Indonesia dengan anime bajakan gratis yang di download internet merupakan salah satu contoh perbandingannya.

Perhatian! Artikel ini mengandung berbagai macam kontroversial,perbedaan pendapat,dan bersifat “tidak menyenangkan”.Maka dari itu,harap baca artikel ini dengan pikiran sejuk dan jernih.

Anime yang rilis pada tahun 19-an merupakan anime yang menginspirasi dan menghibur masa kanak-kanak kita.Berbeda dengan anime sekarang yang menunjukkan adegan-adegan yang tidak baik dan tidak bermoral.

Karakter pada anime 19-an pula merupakan anime yang pas di hati kita,para jomblo sekalian.Karakter-karakter tersebut menampakan wajah yang menarik dan menyenangkan.Berbeda dengan karakter anime sekarang yang pada umumnya sangat tampan dan cantik.Yah,lagipula itu hanya sebagai hiburan untuk penonton.

Anime sekarang pula lebih mementingkan keuntungan yang tinggi daripada kualitas yang dihasilkannya.Mereka lebih mengutamakan kualitas di versi BD atau Blu-Ray.Tetapi untuk mendapatkan versi BD,penonton terpaksa untuk mengeluarkan uang lebih hanya untuk kualitas saja.

Untuk jalan cerita,kekreatifitasnya sudah menurun.Pada dasarnya anime memiliki konsep dasar yang terbentuk dari yang sudah pernah ada.Walau begitu,anime yang jalan cerita yang mainstream pula tetap membuat anime menjadi seru walaupun membosankan.

Anime sekarang pula lebih ke fanservice daripada jalan ceritanya.Untuk Gintama sih pengecualian.Tetapi anime-anime tersebut memiliki alur yang rumit dan cerita yang keras,namun sempat-sempatnya menunjukkan adegan fanservice.Sebenarnya sih tidak masalah memberikan fanservice,tapi kalau fanservice-nya keterlaluan,kan itu sudah menjadi masalah.

Pada umumnya,rating untuk menonton anime sekarang 13+,15+,dan 18+.Anime untuk segala usia (SU) sudah mulai berkurang.Hal ini membuat anak-anak yang masih kecil kurang hiburan.Walaupun per musimnya ada beberapa anime untuk anak-anak dan SU.

Inilah beberapa masalah yang menjadi inti permasalahan mengenai buruknya kualitas industri per-anime-an Jepang.Sebenarnya Junk sendiri tidak berhak menulis ini,tetapi Junk hanya menulis ini hanya untuk sekedar informasi semata.

Hanya ini saja yang dapat Junk sampaikan.Apabila ada kesalahan mohon diperbaiki dan apabila ada kekurangan mohon ditambahkan.
Sekian dari Junk.Mohon share dan kunjungi lagi blog ini.

Tags:
No Response

Leave a reply "Ada Apa dengan Perindustrian Anime Jepang?"